Sunday, February 08, 2009 @ 8:07 PM
PIndah
Aku mau pindah rumah. Bolak balik browsing template yang enak tapi ga dapat. Coba di
sini aja deh..
Sampai ketemu di rumah baru :)
1 notes
@ 12:19 PM
Chip Card
Di koran kemaren ada artikel mengenai Standarisasi Kartu Ber-chip yang ditetapkan oleh BI. Jadi inget, sekitar setahun yang lalu aku ditugaskan mewakili kantor buat hadir di pertemuan-pertemuan yang diadakan untuk menentukan Standarisasi Kartu Ber-
chip itu.
Sebenernya mungkin banyak yang bertanya-tanya, apa gunanya sih kartu ber-
chip? Bedanya apa dengan yang biasa?
Satu dan satu-satunya alasan adalah:
keamanan. Apalagi dengan kenyataan jebolnya ribuan Kartu tahun lalu, itu betul-betul menampar semua bank. Ternyata SEMUA bank mengalami hal yang sama, karena ga ada bank yang kartunya tidak digandakan.
Kok bisa?
OK, sekarang coba lihat Kartu Debet atau Kartu Kreditmu. Di paling depan tertera 16 angka khan? Terus di bawahnya ada bulan dan tahun yang menunjukkan
expired date kartumu.
MIsalkan urutannya gini:
1234 5678 90xx abcd
123456 itu yang disebut
BIN (
Bank Identification Number). BIN ini merupakan identitas kartumu, apakah itu Kartu Debet atau Kartu Kredit dan merupakan keluaran dari bank mana. Kalo kartu MasterCard diawali dengan 5. Beda lagi dengan kartu Visa. Visa dimulai dengan 4.
78 itu menunjukkan tipe kartu. Standar,
gold atau platinum.
xxabc itu menunjukkan
sequence number atau nomor urut pencetakkan kartu. Nomor ini akan muncul secara otomatis oleh sistem.
Kalo digit terakhir (d) itu merupakan cek digit. Apa sih cek digit itu? Cek digit sebenernya merupakan hasil perhitungan dengan formula tertentu dari 15 angka sebelumnya. Jadi ga akan mungkin ada nomor Kartu yang 15 digit awalnya sama tapi digit terakhirnya aja yang beda.
Coba balik kartumu. Di belakang ada sederetan stripe warna hitam. Itu yang dinamakan
magnetic stripe. Di
magnetic stripe itu tersimpan data-datamu. Mulai dari no rekening, no kartu,
expired date,
Card Verification Value (biasa disebut CVV) dll.
Trus di bawah
magnetic stripe tercetak 7 digit. 4 digit pertama itu menunjukkan
sequence number. Cek aja, pasti sama dengan 4 digit terakhir yang tercetak di depan kartu. 3 digit terakhir itu yang tadi disebut CVV. CVV ini didapatkan dari perhitungan (algoritma) antara nomor kartu,
expired date dan satu kunci (key) yang HANYA dimiliki dan merupakan rahasia bank penerbit kartu. Tiap bank punya
key yang beda-beda dan tidak diketahui oleh pihak lain.
Kalo kamu bertransaksi via ATM atau EDC, data-data yang ada di
magnetic stripe-mu akan dibaca dan dikirimkan ke 'dapur' bank untuk dicek validitasnya. Kalo sesuai, kamu boleh bertransaksi. Kalo ada yang ga sesuai, berarti kartumu dicurigai kartu palsu.
Beberapa abad yang lalu (OK, aku berlebihan. Sebenernya beberapa dekade),
magnetic stripe den penerapan cek digit merupakan pengamanan kartu yang baik. Tapi namanya juga penjahat, pasti makin pintar. Mereka mencari cara gimana caranya menjebol keamanan kartu.
Hal ini ga hanya terjadi di Indonesia. Eropa juga mengalami masalah yang sama. That's why (halah halah) keluar spesifikasi kartu yang namanya
EMV (Europay MasterCard Visa). EMV ini adalah aturan/spesifikasi chip kartu yang disarankan digunakan oleh pengguna Euoropay, MasterCard dan Visa. Aturan ini meliputi apa aja yang harus ditanamkan ke dalam chip, gimana cara kartu berkomunikasi dengan EDC atau ATM, key apa yang harus dipakai untuk jadi bahasa rahasia, dll... dll...
Eropa udah menerapkannya sejak lama. Di Asia, beberapa negara sudah meng-implementasikannya juga.
Gimana dengan Amerika? Well.. perilaku orang Amerika rupanya beda. Tingkat
fraud pada kartu mereka rupanya amat sangat rendah. Misalkan kerugian yang disebabkan
fraud kartu cuma seribu rupiah.. sedangkan penerapan chip card (harus diakui sangat mahal karena meliputi penggantian teknologi secara besar-besaran) sebesar sejuta rupiah,
isn't it toooooo expensive? Jelas Amerika memilih rugi seribu daripada sejuta. Makanya Amerika memilih untuk ga menerapkan kartu ber-
chip.
Kembali ke Indonesia, Bank Indonesia sebagai regulator keuangan udah ngasi aba-aba ke bank buat menerapkan
chip card ASAP!! Deadline pastinya aku masih belum tau, tapi yang pasti untuk Bank harus menerapkan EMV untuk Kartu Kredit (soalnya mayoritas bank merupakan anggota MasterCard dan atau Visa).
Untuk Kartu Debet, karena tiap bank punya spesifikasi sendiri (ga semua bank join MasterCard dan atau Visa) jadi BI mengajak
switching company di Indonesia buat
arrange spesifikasi yang akan digunakan.
Switching yang ikuta antara lain Artajasa, Rintis dan Alto. Beberapa bank besar juga diajak, salah satunya kantorku. Tapi yang bener-bener terlibat buat testing dsb cuma beberapa.
Minggu lalu aku terima e-mail dari pak
Switching yang mengundang kehadiran Direksi bank terkait mengenai
Chip Card. Dari undangannya kayaknya spesifikasi udah terbentuk, proses testing udah matang.. tinggal men-sosialisasikan hasilnya ke bank-bank se-Indonesia sekaligus menetapkan
deadline.
Auch... Kerja keras sudah menanti
2 notes
Saturday, February 07, 2009 @ 9:55 PM
Peran Suami
1. Menjaga istri
2. Menjadi
SATU-SATU-nya laki-laki yang diandalkan istri
3. Mengingatkan istri kalo udah terlalu
dekat dengan laki-laki lain, walaupun laki-laki itu
single4. Menjadi
SATU-SATU-nya laki-laki di mana istri merasa nyaman bercerita
5. Memastikan istri aman dan selamat sampai di tempat kerja. Kalau memungkinkan
MENGANTAR dan menjemput
6. Menjadi
SATU-SATU-nya laki-laki yang dijadikan tempat bertanya mengenai pekerjaan. Terutama kalau suami dan istri bekerja di
bidang yang sama
IMHO, poor you, dearest someone's husband.
0 notes
Thursday, February 05, 2009 @ 9:33 PM
Safe Deposit Box Itu Kotor?
Hahaha, itu kesan yang kudapat habis nonton film
The Bank Job. Film yang seru. Diinspirasikan dari kisah nyata, tentang perampokan sebuah bank. Yang dibobol sih biasa... Safe Deposit Box. Tapi isi di dalamnya itu yang luar biasa. KOTORRRR... Ada foto-foto panas petinggi negara, keluarga kerajaan... sampai dokumen penyuapan aparat kota. Itu baru yang ketahuan. Belum lagi yang ga ketahuan.
Hmm... apa yang kira-kira akan Anda simpan di SDB?
0 notes
@ 9:22 PM
Today
Hari ini menyenangkan, Alhamdulillah..
Walopun pagi-pagi dikejutkan dengan insiden tetangga yang kehilangan motor di depan rumahnya.. yang notabene depan rumahku juga.. Mudah-mudahan si maling mendapat ganjaran yang lebih berat, Amien.
Seperti biasa, hariku diawali sarapan Koko Krunch plus susu yang yummy banget. Trus hari ini dapat rejeki berupa.. TARAAAA... PC!! Ada teman satu bagian yang pindah ke bagian lain jadi PC-nya nganggur. PC item, pula! Wah! Pagi ini aku langsung bongkar pasang tuh PC trus bersih-bersih n setting segala sesuatunya supaya sama kayak PC lamaku. Yang harus ada:
1. IE n Modzilla (ya haruslah!!)
2. Reflection (emulator yang biasa kupake buat akses Mainframe atau AS/400)
3. TTWin (yang ini aku belum nemu masternya. Nyari besok ajalah)
4. Space yang lega. Ini dia yang bikin aku sibuk seharian. Sortir dokumen yang ada di PC.. Yang ga kepake langsung ku-delete. Namanya juga PC kantor. Kapasitas harddisknya brapa sih.. parahhhhh...
Sampe jam makan siang tadi aku menghabiskan waktu ngebersihin PC. Jadi pas habis istirahat PC-ku sudah cantik. Lega rasanya, bisa melepas PC PSD.. Kasian Cici, di mejanya ada PC tapi belum bisa digunakan secara optimal, soalnya selama ini aku remote ke sana terus.
Trus siang... aku ngapain ya. Oiya!! Ngeliat Bimo yang tidur dengan nyenyaknya. Sumpah, lucu banget! Arief n Mas Iril aja nyadar kalo Bimo ketiduran dalam posisi tidur. Iseng, aku jepret posenya. Heran, denger suara kamera juga dia ga bangun.. ck..ck..ck...
Sore-nya aku pulang tenggo... Jalanan macet gila! Untung bisa sampe rumah dengan selamat.
Sekarang... aku udah duduk manis di depan laptop.. browsing, facebook-ing n nge-blog.. berencana buat secangkir cappucino sambil nyelesaiin baca buku yang menghabiskan budget hura-huraku bulan ini.
Alhamdulillah... nikmatnya hidup
0 notes
@ 8:30 PM
Sumber Daya
Duhh..
Kadang ada aja individu yang pinter banget memanfaatkan sumber daya di sekitarnya. Secara MAKSIMAL. Sekali lagi, maksimal! Walaupun sebenernya kalo dia sendiri udah memiliki sumber daya yang cukup memadai. Apa masih kurang ya? Apa masih ada lubang sehingga perlu ditambahkan sumber daya yang baru? Daripada sumber daya yang ada tersia-sia, jadi lebih baik dimanfaatkan secara MAKSIMAL?
Bikin pegel hati.
Harusnya khan kalo memang sudah punya sumber daya sendiri, ya sudah... habiskan sesukamu. Jangan toleh sekitar dan mencari sumber daya lain buat menutupi kebutuhan. Toh.. SUDAH ADA SUMBER DAYAMU SENDIRI!!!
0 notes
Sunday, January 18, 2009 @ 6:22 PM
Home
Rumahku adalah surgaku.
Bener banget. I
love my home.
Love the crowd.
Love the things. Love my room. Love my corner beside television @ living room (where i go surfing). Apalagi hawanya. Jakarta belakangan ini sedang ramah padaku. Hawa rumah selalu adem.. Walaupun di luar panas terik membakar, di dalam rumah selalu nyaman. Padahal rumahku ga pake AC lho. Didukung sirkulasi udara yang bagus, suasana yang terbangun memang kondusif. Kondusif buat apa? Ya buat tidur doonk, ahahahahha
2 notes